Brida Jateng Anugerahkan Penghargaan Kepada 12 Periset Terbaik.

Luncurkan Docrida, Brida Jateng Anugerahkan Penghargaan Kepada 12 Periset Terbaik

TIMLO.ID – Sebanyak 12 periset terbaik Jawa Tengah mendapatkan penghargaan dari Pemprov Jateng. Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jawa Tengah menilai memiliki kontribusi mereka terhadap pembangunan daerah.

Kepala Brida Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Arief Irwanto menyatakan bahwa Anugerah Karya Riset Pembangunan (AKRP) Jawa Tengah Tahun 2025 diselenggarakan dengan tujuan utama untuk menjembatani jurang pemisah antara dunia penelitian dan implementasi kebijakan.

“Tujuan kami jelas, menghilirkan hasil riset unggul agar menjadi solusi konkret bagi tantangan pembangunan di Jawa Tengah. Acara ini adalah ikhtiar kita untuk mengapresiasi para insan riset dan memastikan karya mereka menjadi kebijakan berdampak bagi masyarakat,” ujar Mohamad Arief Irwanto usai acara AKRP di Gedung Gradhika Bhakti Praja Pemprov Jateng.

Hadir di acara tersebut Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko dan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

Acara AKRP Jawa Tengah 2025, yang diluncurkan perdana pada April 2025, berhasil menarik antusiasme tinggi dari ekosistem riset daerah. Sebanyak 658 karya riset didaftarkan oleh para peneliti yang berasal dari Perguruan Tinggi, BRIN, dan Pemerintah Daerah dengan sebaran domisili dari seluruh 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dan bahkan luar provinsi.

Melalui proses seleksi yang ketat oleh dewan juri, terpilihlah 40 nominator hingga akhirnya ditetapkan 10 publikasi terbaik sebagai pemenang. Selain itu, diberikan pula 2 anugerah khusus kepada SDM riset Jawa Tengah yang dinilai paling produktif dan berdampak di bidang Sains Teknologi dan Sosial Humaniora. Hal itu berdasarkan seleksi kinerja 3 tahun terakhir dari total 23.961 peneliti di Jawa Tengah.

Hasil paling signifikan dari kegiatan ini adalah transformasi karya riset para pemenang menjadi dokumen pertimbangan kebijakan yang siap diadopsi untuk mendukung pilar transformasi daerah. Diantaranya adalah, Transformasi Sosial: Riset dari Dr dr Arief Nurudhin mengenai terapi sel punca untuk pasien Lupus menjadi investasi sosial untuk mewujudkan SDM yang inklusif dan produktif.

Sebagai terobosan jangka panjang, dalam acara ini juga diluncurkan platform Docrida (Hub Co-production Riset dan Inovasi Jawa Tengah). Platform digital ini dirancang sebagai “jembatan emas” yang akan menjadi hub kolaborasi dinamis antara peneliti dan pembuat kebijakan. Sebagai wujud apresiasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan dengan total hadiah senilai Rp 180 juta pada para pemenang.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan riset dan inovasi merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah. Riset tidak harus selalu berskala besar, yang penting bisa menyentuh hal-hal mendasar yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menjelaskan peran para peneliti sangat penting dalam mendorong inovasi untuk meningkatkan nilai komoditas lokal di berbagai sektor, seperti pangan, budaya, dan pariwisata. Tujuannya, agar inovasi tersebut dapat menggerakkan ekonomi daerah, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Sebagai contoh, komoditas bawang merah yang menjadi andalan Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk memperkuat perekonomian daerah. Dari sisi hulu, produksi petani sudah melimpah, dan di sisi hilir, industrinya juga berkembang, seperti pada sektor kuliner. Namun, menurut Handoko, rantai nilai di bagian tengah, yakni inovasi produk olahan, masih belum tergarap optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *