Desa Talunombo, Dari Miskin Ekstrim ke Desa Inovasi. (Instagram @dprdjatengprovinsi)

Desa Talunombo, Dari Miskin Ekstrim ke Desa Inovasi

TIMLO.ID – Pengembangan inovasi mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal terbukti Desa Talunombo Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo dengan status miskin ekstrim kini menjadi desa inovasi.

Seperti disampaikan Agung Koenmarjono selaku Kepala Bidang Fasilitasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi, mewakili Kepala Badan Riset & Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jateng Mohammad Arief Irwanto, dihadapan Komisi E DPRD Provinsi Jateng di Joglo Sukarno.

Disana, Komisi E memantau perkembangan Desa Talunombo yang dikenal dengan tingginya tingkat kemiskinan.

Dalam penjelasan Agung, diakui Desa Talunombo tadinya merupakan desa miskin ekstrim. Namun, setelah mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari Brida, desa bisa berkembang menjadi desa inovasi dengan mengembangkan potensi lahan, salah satunya sampah menjadi bahan baku solar.

“Kami melakukan beberapa penerapan inovasi agar desa bisa mengembangkan potensinya seperti pengembangan bioteknologi dan pengolahan sampah plastik menjadi BBM Solar. Selain itu, dibangun pula eduwisata sehingga mampu meningkatkan angka kunjungan wisata ke desa. Saat ini (2024), sudah ada sekitar 4.000-an orang yang sudah berkunjung,” kata Agung.

Dengan penerapan inovasi diatas, lanjut dia, Desa Talunombo kini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Mendengarnya, Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jateng Zainuddin mengaku apresiatif dengan inovasi yang telah dilakukan pihak desa, khususnya inovasi limbah plastik menjadi BBM Solar. Karena, jika hal itu dapat dikembangkan secara serius, maka mampu mengurangi limbah sampah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *