Ilustrasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. (Foto UNS)

4 Dosen UNS Masuk sebagai Nominator Anugerah Karya Riset Pembangunan Jateng

TIMLO.ID – Empat dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meraih Nominator Anugerah Karya Riset Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2025. Anugerah ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Keempat dosen UNS yang meraih nominator tersebut yaitu Dr. dr Arief Nurudhin, Sp.PD(KR)., FINASIM dan Dr.Revi Gama Hatta Novika, S.ST.,Bdn., M.Kes. dari Fakultas Kedokteran (FK), Fendi Hary Yanto, S.T., M.T. dari Sekolah Vokasi (SV) serta Dr. apt. Rita Rakhmawati, S.Farm., M.Si. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Dr. Revi Gama Hatta Novika, S.ST.,Bdn., M.Kes. menyampaikan berdasarkan Surat Keputusan Kepala BRIDA Provinsi Jateng Nomor 974.5/000.9/2 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Kepala BRIDA Provinsi Jateng, Mohamad Arief Irwanto tertanggal 17 Juli 2025, terdapat 40 karya dari berbagai institusi sebagai Nominator Anugerah Karya Riset Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2025.

“Tentunya sangat bersyukur bisa terpilih menjadi nominator karena berdasarkan informasi jumlah pendaftar yaitu 658 karya dan hasil review juri terpilih 40 sebagai nominator,” terang Dr. Revi kepada uns.ac.id, Jumat (25/7/2025).

Para nominator yang terpilih, masih harus mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. “Perjalanan masih panjang, proses yang kami tempuh selanjutnya yaitu membuat draft policy brief kemudian presentasi serta wawancara dengan 8 dewan juri secara terpisah. Dari seluruh peserta, akan dipilih 10 penerima anugerah yang selanjutnya draft policy brief tersebut diharapkan berkontribusi terhadap arah kebijakan daerah,” imbuh Dr. Revi.

Dr. Revi menambahkan bahwa menjadi pemenang itu bonus, yang utama adalah hasil penelitian dapat bermanfaat untuk masyarakat. “Kami berharap hasil penelitian yang kami lakukan memiliki kontribusi terhadap penyelesaian berbagai masalah yang ada dan berdampak positif untuk masyarakat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *