Ilustrasi judi online. (Pixabay)

Riset Sebutkan Judi Online Sebabkan Gangguan Mental

TIMLO.ID – Judi online disebut memiliki dampak negatif bagi seseorang. Hal itu bisa menyebabkan kerentanan pada kesehatan mental seperti mengalami gangguan kecemasan, depresi hingga stres.

Dosen Fakultas Psikologi (FPsi) Soegijapranata Catholic University (SCU) sekaligus Kepala Center For Addiction Studies (CAS) SCU, Indra Dwi Purnomo PhD mengatakan gangguan kesehatan mental itu disebabkan akibat tekanan finansial dan sosial. Penelitian juga menunjukkan bahwa kecanduan judi online dapat menyebabkan gangguan substansial dalam pola makan, tidur, olahraga.

“Termasuk pola perilaku terkait kesehatan lainnya yang berdampak terhadap kesehatan fisik dan mental,” kata Indra Dwi Purnomo pada seminar Kesehatan Mental di Era Digital: Tantangan dan Solusi” beberapa waktu lalu.

Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai berbagai tantangan kesehatan mental yang muncul akibat perkembangan teknologi digital. Dalam era di mana informasi dapat diakses dengan mudah dan interaksi sosial banyak terjadi di dunia maya, individu lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan era sebelumnya. Beberapa gejala yang sering ditemui antara lain depresi, kecemasan dan kecanduan.

Direktur ISSUP Indonesia National Chapter, Dr dr Diah Setia Utami SpKJ MARS  menjelaskan bahwa fenomena zat psikoaktif baru yang semakin marak dan dampaknya terhadap kesehatan mental serta tata laksananya. Gangguan tidur yang semakin banyak dialami di era digital juga menjadi perhatian utama dalam seminar ini.

Selain menjadi ajang berbagi ilmu, seminar ini juga menandai kerja sama antara FPsi SCU dengan ISSUP dan ITTC. Dekan Fakultas Psikologi SCU Dr Kristiana Haryanti turut hadir menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), sebagai langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi dalam bidang kesehatan mental.

Melalui seminar ini, diharapkan adanya pemahaman mendalam mengenai bagaimana teknologi dapat mempengaruhi kesehatan mental, serta cara mengelola penggunaannya secara bijak. Selain itu, seminar ini juga menjadi ruang bagi para profesional dan masyarakat untuk berbagi pengalaman, membangun jaringan, serta memperkuat dukungan bagi individu yang mengalami tantangan kesehatan mental di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *