Akademisi UNS memberikan pelatihan peningkatan daya saing batik.

Program Inovasi Seni Nusantara, UNS Tingkatkan Daya Saing Produk Batik

TIMLO.ID – Program Inovasi Seni Nusantara secara bertahap mampu meningkatkan kualitas produk batik. Upaya yang dilakukan oleh akademisi UNS tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan kompetensi pengrajin batik.

Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan dan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana UNS di Ambarawa.

Melalui program ini, peserta diperkenalkan dengan penggunaan canting cap tembaga sebagai teknologi inovasi yang lebih presisi dan tahan lama. Peserta dilatih mulai dari teknik pemanasan malam, cara menekan cap secara merata, hingga menjaga keseimbangan tekanan agar motif tercetak sempurna. Hasilnya terlihat nyata, kapasitas produksi komunitas meningkat sekitar 30%, dan 80% peserta telah terampil menggunakan canting cap tembaga secara mandiri.

Ketua pelaksana kegiatan, Figur Rahman Fuad, menegaskan bahwa peningkatan kualitas produksi hanya bisa dicapai jika proses dasarnya benar-benar dipahami oleh para perajin. “Kami ingin memastikan setiap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi benar-benar mampu mempraktikkan tekniknya dengan tepat. Di titik itulah kualitas batik bisa meningkat secara nyata,” ujarnya.

Selama pelaksanaan program, anggota komunitas mencatat peningkatan keterampilan yang pesat, terutama dalam teknik pewarnaan alami, proses nglorod, serta penggunaan canting cap tembaga. Kemajuan ini berdampak langsung pada kualitas batik yang dihasilkan dan stabilitas produksi komunitas.

Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis para perajin sekaligus mengatasi berbagai hambatan dalam pengembangan komunitas. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana UNS, dengan fokus utama penguatan kemampuan teknis perajin serta penyelesaian berbagai kendala yang selama ini menghambat perkembangan komunitas.

Pada sesi pelatihan teknik pewarnaan alami, peserta tidak hanya dibekali teori mengenai bahan baku, proses fiksasi, dan karakter warna alam, tetapi juga melakukan praktik langsung meracik pewarna dari bahan-bahan lokal. Pendampingan intensif oleh tim pelaksana membuat suasana pelatihan lebih interaktif. Peserta terlihat aktif bertanya, mencoba langkah-langkah baru, serta berdiskusi mengenai berbagai kendala teknis yang mereka hadapi.

Perubahan kemampuan pun terlihat jelas. Banyak peserta mengaku baru pertama kali mencoba teknik pewarnaan alami karena sebelumnya selalu menggunakan pewarna sintetis. Namun, setelah mengikuti sesi pelatihan dan praktik, sebanyak 80 persen peserta telah mampu menerapkan teknik pewarnaan alami secara mandiri. Hasil batik yang mereka ciptakan menunjukkan peningkatan kualitas, dengan warna yang lebih stabil dan motif yang lebih rapi setelah melalui proses nglorod.

Ketua Komunitas Batik Patron Ambarawa, Desi Deira Ari Novitri, menyampaikan bahwa para anggota komunitas mengikuti kegiatan ini dengan antusias. “Kami benar-benar merasa terbantu. Banyak teknik yang dulu belum kami pahami, sekarang mulai kami kuasai berkat pendampingan dari UNS. Teman-teman juga semakin percaya diri karena ilmu yang diberikan bisa langsung dipraktikkan dalam proses membatik sehari-hari,” tuturnya dengan antusias.

Tantangan lain yang dihadapi komunitas ialah keterbatasan alat produksi. Selama ini, mereka masih mengandalkan canting cap berbahan kertas yang mudah rusak dan sering menghasilkan motif yang kurang presisi. Kondisi ini memperlambat proses produksi sekaligus mengurangi konsistensi kualitas.

Dengan meningkatnya keterampilan teknis dan kapasitas produksi, Komunitas Batik Patron Ambarawa kini dinilai semakin siap mengembangkan batik khas Ambarawa sebagai produk unggulan daerah. Kehadiran program ini tidak hanya memperkuat identitas batik sebagai warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi para perajin lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *