Perda Harus Berdampak Nyata, Ariston Ajak Masyarakat Aktif Mengawal Kebijakan
TIMLO.ID – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Much. Muchlis Ariston, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan bertajuk “Peningkatan Kualitas Pengawasan Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda)” yang diselenggarakan pada Jumat, 25 Juli 2025, di Aula Desa Kelangdepok, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang.
Acara ini dihadiri oleh beragam elemen masyarakat dan tokoh penting Muhammadiyah, mulai dari Kepala Desa Kelangdepok, tokoh-tokoh PCM Bodeh dan PDM Pemalang, pimpinan ranting Muhammadiyah se-Kecamatan Bodeh, hingga Wakil Ketua PWM Jawa Tengah. Tak ketinggalan, para kader Muhammadiyah serta konstituen dari wilayah Bodeh dan sekitarnya turut memadati aula kegiatan.
Dalam forum yang hangat dan akrab ini, Muchlis Ariston menyampaikan konsentrasi kerja Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, yang membidangi urusan pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan. Ia juga membuka ruang aspirasi dari masyarakat, khususnya terkait pembangunan desa, penguatan kelembagaan masyarakat, serta permintaan hibah untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan.
“Kami terus berupaya agar setiap perda yang telah disahkan benar-benar memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Karenanya, pengawasan pelaksanaan perda menjadi bagian penting dari kerja legislatif agar tidak hanya berhenti di atas kertas,” tegas Ariston.
Lebih dari sekadar memaparkan tugas legislasi dan pengawasan, Ariston juga menekankan pentingnya kontribusi kader organisasi masyarakat dalam pembangunan sosial. Ia pun menyampaikan refleksi pribadi tentang peran kader Muhammadiyah yang telah berdiaspora ke berbagai sektor kehidupan, termasuk dirinya yang kini berada di Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“Kader Muhammadiyah itu berdiaspora ada di mana-mana, termasuk saya yang berada di PKS. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap bisa menghidup-hidupi Muhammadiyah, sesuai pesan pendirinya, KH Ahmad Dahlan. Dan saya meyakini, ‘Khairunnas anfa’uhum linnas’ — sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” ungkap Ariston dengan penuh semangat.
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai pengabdian, kepedulian, dan kebermanfaatan harus menjadi ruh dalam setiap aktivitas masyarakat, termasuk dalam memperjuangkan kebijakan publik dan menyuarakan kebutuhan warga di tingkat legislatif.
Kegiatan ini menjadi momentum sinergi antara wakil rakyat, organisasi masyarakat, dan warga dalam memperkuat kesadaran kolektif untuk ikut mengawal dan memastikan bahwa kebijakan daerah, khususnya perda, dijalankan sesuai amanat dan kebutuhan masyarakat.
Dengan dialog terbuka dan penuh semangat kebersamaan, acara tersebut tidak hanya membangun pemahaman mengenai pentingnya pengawasan perda, tetapi juga meneguhkan komitmen semua pihak untuk terus menjadi bagian dari solusi dan perubahan positif di tengah masyarakat Pemalang. **



