KKN Literasi 171 UNS Hidupkan Semangat Literasi Anak-Anak Desa Salam Lewat Kelas Aksara
TIMLO.ID – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang berfokus pada kegiatan peningkatan literasi di Desa Salam, Magelang telah melaksanakan program kerja bertajuk Kelas Aksara (Aktivitas Suara dan Analisis Rangkaian Kata) yang bertempat di Rumah Baca Desa Salam.
Tim KKN ini diketuai oleh Mahdiinu Royhan, dengan anggota Amilia Khoirun Nisa, Callista Maritza, Danielta Gerry, Edric Farrel, Lisna Salmaniyatun, Natasya Shalla, Nonnik Faradella, Sekar Dwi, Yuli Rulina, dengan dosen pembimbing Azizah Nurul Husnaini, M.Pd.
Kelas Aksara merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan Desa Salam sebagai desa yang peduli pada literasi, pendidikan, dan pengembangan potensi generasi muda.
Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan minat serta budaya membaca, menulis dan berkreasi melalui rangkaian kata bagi anak-anak di Desa Salam.
Kelas Aksara ini berkolaborasi dengan Rumah Baca Salam sebagai mitra utama dalam menyediakan fasilitas, bahan bacaan, serta pendampingan kegiatan. Melalui kerja sama ini, kegiatan literasi menjadi lebih terarah dan menyenangkan.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara masyarakat dan lembaga lokal mampu menciptakan ruang belajar alternatif yang inklusif dan bermanfaat bagi anak-anak Desa Salam. Dengan dukungan Rumah Baca Salam, Kelas Aksara diharapkan dapat terus berkembang menjadi program unggulan desa dalam membangun generasi yang gemar membaca, cerdas, dan mandiri.
Kegiatan yang dilaksanakan dua kali yaitu pada tanggal 19 Juli dan 26 Juli disambut dengan antusias oleh anak-anak dengan jumlah peserta kurang lebih 35 anak dengan rentang usia 5 – 12 tahun.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam kelas Aksara diantaranya adalah kegiatan membaca nyaring, read me a book, dan kegiatan mengulas buku untuk kelas 4-6. Selain itu, untuk anak-anak usia dini hingga kelas rendah, kegiatan diisi dengan permainan edukatif dan mendengarkan cerita yang dikemas secara interaktif sehingga menumbuhkan semangat serta rasa ingin tahu mereka.
Metode pembelajaran yang variatif ini dipilih agar setiap peserta dapat menyalurkan bakat serta minatnya, sekaligus belajar menghargai karya dan pendapat teman sebaya.
Dalam pelaksanaan Kelas Aksara, mahasiswa KKN UNS tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai motivator yang mendampingi anak-anak agar berani mengekspresikan diri. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melatih keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas anak-anak Desa Salam.
Ketua kelompok KKN Literasi UNS 171, Mahdiinu Royhan mengungkapkan bahwa melalui Kelas Aksara, pihaknya ingin menanamkan bahwa membaca dan menulis bukanlah kegiatan yang membosankan, melainkan aktivitas yang bisa menyenangkan sekaligus bermanfaat.
Harapannya, anak-anak Desa Salam akan terbiasa mengisi waktunya dengan kegiatan positif, kreatif, dan bernilai edukatif. “Kami juga berharap program ini bisa terus berlanjut meskipun KKN telah usai, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka Panjang,” terang Mahdiinu kepada uns.ac.id.
Antusiasme peserta yang tinggi serta dukungan dari berbagai pihak menjadi bukti bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Orang tua merasa senang karena anak-anak mereka mendapatkan ruang belajar alternatif yang positif, sementara anak-anak merasakan pengalaman baru dalam membaca, menulis, dan berekspresi.
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi antara mahasiswa KKN, Rumah Baca Salam, dan masyarakat setempat yang bersama-sama berkomitmen untuk menumbuhkan budaya literasi di Desa Salam.
Dengan keberhasilan pelaksanaan program ini, Tim KKN UNS berharap Kelas Aksara dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengembangkan literasi berbasis masyarakat. Lebih dari sekadar kegiatan membaca, Kelas Aksara diharapkan mampu mencetak generasi muda yang gemar belajar, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan. ***



