Geopark Nasional Dieng: Perpaduan Keindahan Alam dan Warisan Budaya yang Mempesona
TIMLO.ID — Kawasan dataran tinggi Dieng kini resmi menyandang status sebagai Geopark Nasional, memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Penetapan ini tidak hanya menyoroti keunikan geologi wilayah tersebut, tetapi juga nilai budaya dan potensi edukatif yang terkandung di dalamnya.
Geopark Dieng mencakup area di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah, dan dikenal luas akan fenomena alamnya yang luar biasa seperti Kawah Sikidang, Telaga Warna, dan Gunung Prau.
Namun lebih dari sekadar panorama, kawasan ini juga menyimpan jejak sejarah peradaban Hindu kuno yang ditandai dengan keberadaan kompleks candi-candi kecil yang diperkirakan berasal dari abad ke-8.
Dengan status geopark nasional, pengelolaan kawasan ini akan mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta pengembangan wisata berbasis edukasi.
Pemerintah daerah bersama sejumlah akademisi dan komunitas lokal turut dilibatkan dalam perencanaan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara konservasi dan pariwisata.
“Kami berharap penetapan ini mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Banjarnegara, dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Soeharto-Whitlam, Dieng.
Pengunjung yang datang ke Geopark Nasional Dieng tak hanya disuguhi pemandangan alam yang memukau, tetapi juga bisa mengikuti berbagai program wisata edukatif seperti tur geologi, pertunjukan budaya, hingga festival tahunan seperti Dieng Culture Festival yang selalu dinanti.
Dengan pengakuan ini, Dieng semakin menegaskan dirinya sebagai destinasi kelas dunia yang menggabungkan sains, budaya, dan keindahan alam dalam satu harmoni.***



