Dukung Wisata Edukatif, Unnes Resmikan Zona Permainan Anak di Pasar
TIMLO.ID – Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, kini memiliki daya tarik baru dengan diresmikannya Zona Permainan Anak oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Kehadiran zona permainan ini diharapkan memperkaya atraksi wisata, menjadikan Pasar Slumpring bukan hanya pusat kuliner tradisional, tetapi juga ruang rekreasi edukatif bagi anak-anak.
Ketua Tim Pengabdian, Dr Kuncoro Bayu Prasetyo menyampaikan bahwa keberadaan zona ini merupakan upaya strategis dalam mendukung pengembangan wisata berbasis edukasi.
“Semoga dengan keberadaan zona permainan anak ini menjadi nilai tambah atau penganekaragaman atraksi wisata di Pasar Slumpring, sehingga wisatawan tidak hanya disuguhkan dengan kuliner tradisional saja, tetapi juga dapat sambil bermain. Upaya ini sekaligus sebagai wujud konservasi permainan tradisional yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme serupa juga disampaikan Ketua Pokdarwis Desa Cempaka, Abdul Khayyi yang mengapresiasi kolaborasi ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Tim Unnes, kami memang sangat membutuhkan kehadiran civitas academia dari kampus untuk memberikan ide-ide segar untuk pengembangan Pasar Slumpring ke depan. Teman-teman Pokdarwis kemarin sangat bersemangat dalam membuat zona permainan anak ini, mulai dari membangun jembatan menuju zona permainan hingga membuat alat-alat peraga permainan anak,” ungkapnya.
Permainan tradisional yang diusung berbahan dasar bambu, diantaranya rangku alu, egrang, gobak sodor, dan lain sebagainya. Sebagai panduan untuk memainkannya, Tim Unnes juga sudah menyusun buku “Panduan Praktis Dolanan Bambu; Zona Permainan Tradisional Pasar Slumpring”.
Pengunjung bisa mengaksesnya dengan cara scan barcode yang sudah disediakan di beberapa titik zona permainan tradisional.
Zona permainan ini tidak hanya menambah nilai atraksi wisata, tetapi juga membawa pesan pelestarian budaya lokal melalui permainan tradisional yang kini semakin jarang dijumpai.
Keberadaan area bermain ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan keluarga, memberikan pengalaman edukatif, serta memperkuat ekonomi kreatif berbasis masyarakat desa. Selain itu, inisiatif ini memperkuat citra Pasar Slumpring sebagai destinasi wisata berbasis konservasi yang menggabungkan unsur kuliner, budaya, dan edukasi.



