Ini Dia Cara Jawa Tengah Perkuat Promosi Pariwisata Global Pada Bali & Beyond Travel Fair 2026
TIMLO.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas pasar pariwisata internasional dengan berpartisipasi dalam Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 .
Melalui booth Visit Jawa Tengah, keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat promosi destinasi unggulan sekaligus membuka akses pasar global yang lebih luas.
Dalam keikutsertaan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi pelaku industri pariwisata Jawa Tengah untuk mengikuti rangkaian Travel Exchange (Travex) dengan buyer dari berbagai negara. Partisipasi ini merupakan bagian dari strategi pemasaran pariwisata Jawa Tengah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus memperluas jejaring bisnis industri pariwisata daerah.
BBTF 2026 merupakan salah satu ajang business-to-business (B2B) pariwisata terbesar di Indonesia yang mempertemukan seller dan buyer pariwisata dari berbagai negara. Melalui mekanisme pre-scheduled appointment (PSA), para pelaku industri memiliki kesempatan untuk melakukan pertemuan bisnis secara langsung dan terukur dengan calon mitra potensial.
Selama pelaksanaan BBTF 2026, seller asal Jawa Tengah berhasil menjalin sekitar 80 pertemuan bisnis dengan buyer dari dalam dan luar negeri. Pertemuan tersebut mencakup pasar potensial dari Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, Eropa, hingga Timur Tengah.
Minat buyer internasional terhadap Jawa Tengah terlihat sangat kuat, khususnya pada destinasi unggulan seperti Borobudur (Magelang), Karimunjawa, Solo Raya, dan Kota Semarang. Bahkan, sejumlah buyer menunjukkan ketertarikan terhadap paket wisata terpadu bertajuk “Java Experience” yang mengombinasikan keempat destinasi tersebut dalam satu rangkaian perjalanan. Paket ini menghadirkan pengalaman lengkap mulai dari wisata budaya, sejarah, gastronomi, bahari, hingga pengalaman berbasis masyarakat.
Kawasan Borobudur masih menjadi magnet utama bagi pasar internasional karena menawarkan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari warisan budaya dunia, wisata spiritual, desa wisata, wisata minat khusus, hingga pengalaman gastronomi dan wellness tourism yang semakin diminati wisatawan mancanegara. Di sisi lain, Karimunjawa menjadi salah satu destinasi yang banyak mendapat perhatian buyer karena menawarkan wisata bahari kelas dunia dengan keindahan pantai, aktivitas snorkeling dan diving, serta pengalaman wisata kepulauan yang autentik dan berkelanjutan.
Sementara itu, kawasan Solo Raya dinilai memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi budaya dan heritage. Keraton, tradisi budaya Jawa, seni pertunjukan, batik, kuliner khas, serta berbagai event budaya menjadi kekuatan utama yang menarik minat buyer yang mencari paket wisata berbasis pengalaman budaya (cultural immersion). Kota Semarang juga tidak kalah menarik dengan kombinasi wisata sejarah, kawasan Kota Lama, wisata religi, serta potensi MICE yang didukung aksesibilitas yang baik.
Keikutsertaan pada BBTF 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan berbagai destinasi unggulan Jawa Tengah secara lebih terarah kepada pasar internasional. BBTF merupakan platform yang sangat efektif untuk mempertemukan industri pariwisata Jawa Tengah dengan buyer internasional yang memiliki jaringan distribusi wisatawan di berbagai negara. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperluas pasar, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, serta membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan bagi pelaku industri pariwisata Jawa Tengah. Selain manfaat promosi, keikutsertaan Jawa Tengah dalam BBTF 2026 juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Partisipasi Jawa Tengah dalam BBTF 2026 tidak hanya berdampak pada promosi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang signifikan. Dari sekitar 80 buyer yang ditemui, diperkirakan sekitar 20 persen atau 16 buyer berpotensi menjadi mitra aktif dalam pemasaran paket wisata Jawa Tengah.
Jika setiap buyer mampu mendatangkan rata-rata 100–250 wisatawan mancanegara per tahun, maka tambahan kunjungan ke Jawa Tengah diproyeksikan mencapai 1.600 hingga 4.000 wisatawan per tahun. Dengan rata-rata pengeluaran wisatawan sebesar Rp15–20 juta per kunjungan, potensi perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp24 miliar hingga Rp80 miliar per tahun.
Peluang tersebut semakin terbuka seiring dinamika geopolitik global dan perubahan tren perjalanan internasional yang mendorong wisatawan serta pelaku industri pariwisata untuk mencari destinasi yang aman, berkelanjutan, dan menawarkan pengalaman autentik. Dalam kondisi tersebut, Indonesia, termasuk Jawa Tengah, memiliki posisi yang strategis sebagai destinasi yang kaya akan warisan budaya, keindahan alam, serta pengalaman wisata berbasis masyarakat.
Melalui jaringan buyer yang terbangun dalam BBTF 2026, Jawa Tengah memiliki peluang yang semakin besar untuk menangkap potensi pasar tersebut dan memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di tingkat global. Partisipasi Jawa Tengah pada BBTF 2026 menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus memperluas pasar pariwisata internasional, meningkatkan daya saing destinasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.



