Wawali Astrid Widayani Dorong UMKM Sangkar Burung Mojosongo Tembus Pasar Global
TIMLO.ID – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani meninjau sentra industri sangkar burung di Kelurahan Mojosongo. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan Solo Batik Carnival (SBC) 2026 sekaligus bentuk dukungan Pemerintah Kota Surakarta terhadap pengembangan UMKM dan industri kreatif berbasis ekonomi sirkular.
Sebelumnya, Astrid juga mengunjungi sentra industri saterkok di Kecamatan Serengan. Rangkaian kunjungan tersebut bertujuan memperkenalkan berbagai sentra industri unggulan Kota Surakarta yang selama ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Dalam kunjungannya, Astrid mengapresiasi kreativitas para pelaku UMKM yang mampu mengolah berbagai material, termasuk limbah paralon dan akrilik, menjadi sangkar burung berkualitas dengan nilai ekonomi tinggi.
“Hari ini saya melihat bahwa sentra industri sangkar burung di Mojosongo tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga karya seni yang memiliki nilai tambah tinggi. Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi bahkan telah menembus pasar internasional merupakan potensi yang perlu terus kita dukung,” ujar Astrid.
Ia mengaku terkesan setelah mengetahui sebagian besar hasil produksi justru dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa industri kreatif Kota Solo memiliki daya saing yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Surakarta akan terus mempromosikan produk-produk unggulan melalui berbagai agenda tahunan, salah satunya Solo Batik Carnival 2026. Selain menampilkan karya busana batik, ajang tersebut juga akan menjadi ruang promosi bagi berbagai sentra industri kreatif Kota Surakarta.
“Dengan promosi melalui event seperti Solo Batik Carnival, masyarakat akan semakin mengenal bahwa berbagai produk berkualitas, termasuk sangkar burung, berasal dari Kota Solo. Harapannya masyarakat semakin bangga menggunakan produk lokal,” katanya.
Astrid menilai potensi industri kreatif di Kota Surakarta jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Selain menghasilkan produk berkualitas, sektor ini juga mampu membangun ekosistem usaha yang melibatkan banyak pelaku UMKM dan tenaga kerja sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia optimistis penguatan promosi, pemasaran, dan kolaborasi dengan berbagai pihak akan memperluas akses pasar sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sentra industri agar semakin berkembang, mampu menciptakan nilai tambah, menggerakkan perekonomian daerah, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” pungkasnya.



