UGM Terjunkan 8.178 Mahasiswa KKN Mengabdi ke Masyarakat
TIMLO.ID – Universitas Gadjah Mada resmi menerjunkan sebanyak 8.178 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026. Upacara penerjunan yang digelar di Lapangan Pancasila UGM menandai dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.
Mahasiswa peserta KKN-PPM akan ditempatkan di 298 unit lokasi yang tersebar di 274 kecamatan, 132 kabupaten/kota, dan 32 provinsi di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa didampingi oleh 324 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Koordinator Wilayah (Korwil), serta didukung oleh 199 mitra yang berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, industri, organisasi masyarakat, dan jejaring alumni UGM.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa KKN merupakan ruang belajar sekaligus ruang kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat.
“Acara ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi wadah pemersatu semangat dan komitmen untuk membangun bangsa melalui pemberdayaan masyarakat. Selama kurang lebih 50 hari, mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan belajar langsung dari masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan, keselamatan, serta nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di daerah penempatan masing-masing. “Saya yakin kalian akan melaksanakan berbagai program yang mampu menjawab persoalan masyarakat dan membawa perubahan positif, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, S.S., M.A., yang hadir dalam acara penerjunan, mengapresiasi konsistensi UGM dalam menjaga hubungan antara kampus dan masyarakat melalui KKN. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung agenda industrialisasi desa yang tengah didorong pemerintah.
“Desa memiliki potensi besar, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun jaringan sosial. Namun potensi tersebut harus dirajut menjadi kekuatan ekonomi yang produktif melalui industri. Saya berharap mahasiswa KKN UGM dapat memberikan ide, inovasi, dan kontribusi nyata untuk mengembangkan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tersebar di berbagai daerah,” ungkapnya.



