Pembangunan Sekolah Rakyat di Semarang Tahun Ini Menempati Lahan 6,5 Hektar
TIMLO.ID – Program Sekolah Rakyat yang merupakan gagasan pemerintah pusat terus dikebut pembangunannya di setiap daerah.
Pemerintah daerah dilibatkan dalam pelaksanaan dan pengadaan yang pengerjaan fisiknya dilakukan tahun 2025 ini. Sementara rencana pelaksanaan sekolah rakyat mulai tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto berharap pembangunan sekolah rakyat di Kota Semarang bisa selesai tepat waktu. Ia meminta doa restu kepada warga Kota Semarang agar tidak ada kendala dalam pengerjaan sekolah rakyat ini.
“Tentang sekolah rakyat kami mohon doa, kemarin sudah disurvey oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial,” kata Bambang, Rabu (4/6/2025).
Bambang menyebut untuk lokasi sekolah rakyat sudah disediakan lahan oleh Pemerintah Kota Semarang di Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang.
“Kita rencanakan tempatnya di Kelurahan Rowosari Tembalang. Mudah-mudahan semuanya oke, lancar dan bisa dibangun mulai tahun ini, karena akan diaktifkan tahun 2026,” tuturnya.
Konsep sekolah rakyat ini, lanjutnya, untuk anak yang kurang mampu tapi berprestasi. Sehingga pemerintah tetap memberlakukan seleksi.
Kemudian sekolah ini menggunakan sistem boarding atau asrama untuk mempermudah transfer of knowledge dan transfer of value.
“Sistemnya adalah boarding dari SD, SMP, dan SMA. Kuota yang ditawarkan Kementerian kami ambil semua, untuk SD ada 18 rombongan belajar yang masing-masing rombel 3 kelas, SMP 9 Rombel, SMA 9 Rombel,” sebutnya.
Bambang mengatakan lahan yang disiapkan oleh Pemkot Semarang kurang lebih seluas 6,5 hektar dengan rencana penyediaan fasilitas gedung sekolah, asrama, mini soccer, tempat makan, dapur, dan lain-lain.
“Anggarannya ada di Kementerian sedangkan Pemkot sharing lahan. Nanti tinggal kita diskusikan lagi terkait pengadaan guru. Kita masih menunggu Juknisnya. Jika hasil konsolidasinya oke, akan mulai dibangun di akhir 2025 ini,” pungkasnya.(*)



