Nawal Yasin Dorong Generasi Muda Manfaatkan Literasi Digital untuk Tingkatkan Daya Kritis

TIMLO.ID – Perkembangan di era digital tidak hanya menjadi tantangan. Tetapi, bisa membawa kemudahan dan berbagai keuntungan, jika masyarakat dibekali dengan literasi digital.

Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengungkapkan, tantangan digital saat ini semakin berat. Terlebih, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat Jawa Tengah pada 2025 masih 57,11, dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Jawa Tengah 2025 sebesar 38,86.

Dengan kondisi tersebut, katanya, kesadaran untuk meningkatkan literasi di masyarakat mesti ditingkatkan, mulai dari keluarga. Tidak hanya mengembangkan literasi secara fisik, di era teknologi seperti sekarang, masyarakat mesti merambah ke literasi digital.

“Tantangannya pada saat ini, bahwa kita masih fokus dengan bagaimana bisa mengeja, bagaimana kemudian bisa membaca. Sekarang sudah ada tantangan lagi, bagaimana literasi digital ini,” ungkap Nawal, saat membuka Gerakan Literasi Digital, “Digital Cerdas-Gemar Membaca”, di Pendopo Kota Surakarta.

Kendati begitu, istri Wakil Gubernur Jateng ini optimistis dengan literasi digital, melalui upaya mendorong generasi muda memanfaatkan literasi digital untuk meningkatkan daya kritis, belajar komitmen, berkolaborasi dengan pihak yang bukan hanya lintas dalam satu kota, hingga meningkatkan kreativitasnya.

Kabar baiknya, imbuh Nawal, di daerah terpencil yang dihadapkan pada tantangan keterbatasan akses, maka digital menjadi salah satu solusi. Sebab, digitalisasi bisa merambah pada daerah dengan sarana prasarana untuk meningkatkan literasi digital.

“Kedua, bagaimana meningkatkan kesadaran untuk meningkatkan literasi ini dalam skop keluarga. Kita membutuhkan ekosistem ini dimulai dari keluarga, bagaimana keluarga yang kemudian mencintai ilmu, mencintai literasi,” terangnya.

Nawal juga mendorong sekolah-sekolah membentuk sistem yang dapat membuka minat anak-anak untuk berani berpikir kritis. Bahkan, jika diperlukan, dapat mengubah kurikulum dan strategi yang mendorong literasi pada anak.

“Karena sesederhana kita mengelola data secara digital, itu juga kita butuh ilmu literasi digital itu. Kemudian kita juga tidak terdistraksi dengan notifikasi yang ada, kita masih fokus untuk belajar, membaca, itu juga merupakan literasi digital kita. Maka, ayo semua kita bersama-sama berkontribusi, untuk menjalankan literasi, baik itu literasi fisik maupun literasi digital. Salam literasi, berkembang terus literasi digital,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Nawal bersama Bunda Literasi Kota Surakarta Vanessa Respatu, juga meninjau kegiatan silent reading, yang diikuti puluhan siswa. Nawal juga menguji sejumlahanak untuk menceritakan kembali buku yang mereka baca, dan pesan yang dapat diambil.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *