Komisi B DPRD Jateng Awasi Program Makan Bergizi Gratis di Karanganyar dan Boyolali

TIMLO.ID – Komisi B DPRD Jawa Tengah ikut mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Tak hanya datang dan memantau, Komisi B lebih detil dengan meminta data untuk menyukseskan program tersebut.

Sejumlah daerah yang telah diawasi pelaksanaannya adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali.

Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Sri Hartini sangat memperhatikan pola penyajian dan persiapan mutu MBG dari SPPG. Ia mengecek pengolahan makanan, cara penyajian hingga distribusi.

“Kami cek kendala apa saja dalam persiapan makan bergizi gratis (MBG) untuk anak-anak ini. Bagaimana cara menjaga higienitas, dan kualitas makanan supaya tetap aman dan dikonsumsi anak-anak. Bagaimana teknis pengirimannya? Lalu apa plus minus dengan adanya MBG ini?”, ujar Sri Hartini.

Anggota Komisi B Endrianingsih Yunita memastikan ketepatan waktu untuk makan bergizi gratis ini sammpai di tangan anak-anak sebagai penerima manfaat. Mengingat jumlah makanan cukup banyak.

Rifky Sai selaku Kepala SPPG menjelaskan mengenai masalah teknis ataupun proses dalam persiapan makanan untuk didistribusikan, serta manfaat adanya SPPG untuk masyarakat.

“Untuk makan siang dikirim di jam 10, dan pengiriman sudah dibantu dan dikawal pihak TNI. Jarak paling jauh adalah 3 Km. Jadwal menu basah untuk hari Senin dan Kamis, lalu Selasa, Rabu, dan Jumat menu kering,” ujar Rifky.

Menurutnya, dampak positif dengan adanya SPPG ini adalah untuk orang-orang tua bisa menekan pengeluaran jajan untuk anak. Selain itu bisa meningkatkan penghasilan untuk petani-petani, pedagang di pasar, supplier-supplier bahan makanan.

Sri Hartini berharap program MBG ini semakin diterima oleh masyarakat lantara memiliki banyak manfaat. Pengeluaran orang tua bisa semakin ditekan, anak mendapatkan makanan bergizi, perekonomian masyarakat semakin meningkat dengan adanya perputaran uang di tingkat bawah.

“Selama ini banyak menolak karena belum tahu bagaimana program ini, dan apa tujuannya. Semoga dengan adanya MBG ini bisa menggerakkan ekonomi tingkat bawah, dari supplier, petani, dan tenaga kerja,” jelasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *