Kolaborasi Unnes-JVIC, Jembatani Riset Internasional
TIMLO.ID – Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) kembali melakukan kolaborasi strategis dengan Jiangsu Vocational Institute of Commerce (JVIC). Unnes telah menggelar peresmian Zheng He College serta peluncuran Program Double Degree Angkatan II di Aula FEB. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jembatan ilmu pengetahuan dan kebudayaan antarbangsa.
Acara dihadiri oleh Vice President JVIC, Mr Wang Bing, dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Bisnis, dan Hubungan Internasional Unnes, Prof Dr Nur Qudus. Keduanya menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi akademik dan budaya antara kedua institusi.
Mr Wang Bing menyampaikan bahwa mahasiswa Zheng He College, baik angkatan pertama maupun kedua, merupakan duta budaya sekaligus pejuang masa depan.
“Mereka bukan hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga berperan sebagai jembatan pemahaman lintas budaya, penjalin jejaring profesional, dan pencipta inovasi lintas negara,” ungkapnya.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Bisnis, dan Hubungan Internasional Unnes, Prof Dr Nur Qudus, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan semangat internasionalisasi kampus yang berlandaskan nilai-nilai konservasi dan kebhinekaan.
“Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana Unnes terus berperan aktif dalam menghubungkan ilmu pengetahuan, budaya, dan kemanusiaan lintas negara,” ungkap Prof Nur Qudus.
Sejak tahun 2021, Unnes, ITEA–ICCCM Malaysia, dan JVIC menjalin kemitraan trilateral yang berorientasi pada penguatan pendidikan vokasional, riset, dan kebudayaan. Kolaborasi ini dimulai melalui Foreign Language and Skill Training Program (FLST) dan berkembang menjadi Friendship College Program pada tahun 2023.
Keberhasilan Angkatan I sebagai perintis, serta kehadiran Angkatan II dengan 63 mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan Ekonomi Pembangunan FEB Unnes, menjadi bukti nyata keberlanjutan dan keberhasilan model kolaborasi ini.
Melalui lembaga riset tersebut, Unnes-JVIC akan menjadikan kearifan lokal sebagai dasar pengembangan riset serta solusi atas tantangan global di bidang ekonomi maritim, perdagangan internasional, diplomasi budaya, dan ekonomi kreatif.



