Kenalkan Camilan Sehat, Mahasiswa SCU Juarai Lomba Poster Inovasi Pangan
TIMLO.ID – Tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Soegijapranata Catholic University (SCU) berhasil meraih Juara 1 Lomba Poster Inovasi Pangan dalam ajang Gelar Teknologi Pangan (GTP) 2025. Mereka adalah Aubrey Gunawan Hadisusilo, Nikita Liora Elena Cipto dan Oei Ivena Evelyn Surya Hartono.
Kompetisi yang diikuti oleh 16 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini digelar oleh Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur. Setelah melalui tahap seleksi, hanya tiga tim yang berhasil lolos ke babak final, yakni dari SCU, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Pada babak final, para finalis mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri serta melakukan gelar produk secara langsung.
Mengusung tema besar “Optimalisasi Komposisi Bahan Pangan untuk Mempertahankan Kandungan Nutrisi dengan Pengolahan yang Tepat”, tim SCU berfokus pada subtema “Formulasi Cemilan Bergizi sebagai Upaya Pencegahan Gizi Buruk Anak Usia Dini.” Melalui poster berjudul “Nutlet”, mereka memperkenalkan inovasi camilan sehat berbasis kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan ubi jalar kuning. Produk ini ditujukan untuk anak usia 1–5 tahun sebagai sumber protein, serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk pertumbuhan dan imunitas tubuh.
“Kami terinspirasi dari tingginya potensi komoditas lokal seperti kacang-kacangan dan umbi-umbian di Indonesia. Selain itu, masalah malnutrisi anak juga mendorong kami untuk menciptakan produk fungsional yang sehat, bergizi, dan menarik bagi anak-anak,” ungkap Aubrey.
Bagi ketiganya, kemenangan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. “Ini pertama kalinya kami memenangkan lomba selama studi di SCU. Kami tidak menyangka bisa menjadi juara karena lawan kami juga sangat kompeten. Tapi kami bersyukur atas dukungan dosen pembimbing dan fakultas yang luar biasa,” tambah Nikita.
Di balik keberhasilan itu, tim juga menghadapi tantangan cukup berat. Persiapan lomba bertepatan dengan jadwal Ujian Tengah Semester (UTS), sehingga waktu latihan dan perancangan produk menjadi terbatas. “Meski waktu singkat, kami tetap berusaha maksimal agar produk kami bisa tampil terbaik di hadapan juri,” ujar Ivena.



