Komisi E DPRD Jateng Cek Kesiapan Daerah Antisipasi Bencana Banjir
TIMLO.ID – Komisi E DPRD Jawa Tengah mengingatkan pemerintah daerah di 35 kabupaten/kota mengantisipasi bencana banjir. Terlebih, menjelang akhir tahun curah hujan bisa meningkat.
Sebagai upaya pengecekan kesiapan daerah, Komisi E mengunjungi Kantor BPBD Kabupaten Sragen. Bencana banjir juga menjadi pekerjaan rumah di kabupaten tersebut. Rombongan anggota legislatif ditemui langsung oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Sragen Triyono Putro bersama jajarannya.
Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Messy Widiastuti menanyakan jumlah desa tangguh bencana (Destana) yang telah terbentuk. Karena, ia menilai adanya kelompok destana itu memiliki peran vital dalam penanganan bencana dimanapun mereka berada, terutama di titik rawan. Selain itu, Komisi E juga ingin mengetahui sistem deteksi dini banjir yang sudah ada.
“Adanya anggota relawan Destana sangat berperan penting saat banjir ataupun tanah longsor di sekitaran sungai rawan bencana, jika memang perlu dukungan, kami siap,” katanya.
Anggota Komisi E, Kartina Sukawati, juga menilai salah satu upaya pencegahan banjir adalah dengan normalisasi sungai. Hal itu dapat dilakukan bersama-sama dengan Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
“Salah satu upayanya adalah normalisasi, mengingat sedimentasi juga berpengaruh dengan kejadian kebencanaan,” jelas Kartina.
Menanggapinya, Triyono Putro menjelaskan selama ini Kabupaten Sragen dilewati anak sungai Bengawan Solo yaitu Sungai Mungkung, yang kerap banjir saat musim penghujan tiba.
BPBD Kabupaten Sragen bersama Tim Relawan Destana selama ini sudah menjalankan tugas secara maksimal, walaupun dengan keadaan sangat sederhana dan masih membutuhkan bantuan. Terkait sedimentasi dan sistem normalisasi, pihaknya siap bekerja sama dengan dinas teknis terkait karena peralatan BPBD sendiri masih kurang lengkap.



