Cegah Terorisme, Kampus Perkuat Ketahanan Sosial Mahasiswa
TIMLO.ID – Universitas Negeri Semarang (Unnes) memperkuat literasi keamanan dan ketahanan sosial mahasiswa. Hal itu dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Kepala BNPT, Komjen Pol Eddy Hartono menekankan dinamika ancaman terorisme global regional, definisi dan dampak terorisme hingga peran strategis kampus dalam pencegahan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menurutnya, terorisme adalah tindak kekerasan yang menebar ketakutan massal dan merusak tatanan sosial politik, sehingga mengancam martabat manusia, kedaulatan, serta stabilitas ekonomi.
“Kampus punya posisi kunci literasi kritis, riset berbasis bukti, dan pengabdian masyarakat yang inklusif adalah ‘tameng’ paling efektif. Pencegahan tidak cukup dengan penegakan hukum karena membutuhkan ekosistem pendidikan yang sehat, dialogis, dan berkeadaban,” jelasnya.
Saat ini terorisme tetap menjadi ancaman global yang adaptif dan mengingatkan tentang dampak terorisme sebagaimana diatur dalam UU No 5 Tahun 2018. Terorisme bukan sekadar tindak kekerasan, tetapi ancaman yang menebar teror massal dan merusak tatanan. Dampaknya mencakup keselamatan manusia, legitimasi pemerintah, integritas teritorial, hingga kerugian ekonomi dan sosial suatu negara.
Rektor Unnes, Prof Dr S Martono menegaskan komitmen kampus untuk mencetak generasi yang resilien terhadap paham kekerasan. “Mahasiswa harus menjadi pelopor pencegahan terorisme, dimulai dari diri sendiri sehingga mampu menularkannya ke teman sekitar. Tugas utama mahasiswa adalah belajar menemukan yang terbaik untuk diri sendiri, sekaligus menghadirkan manfaat bagi kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya.
Menutup kegiatan, pimpinan Unnes mengajak mahasiswa menjaga etika bermedia dan waspada terhadap konten radikal. Kampus juga mengingatkan untuk selalu berhati-hati, jaga diri, dan tetap semangat dalam menyebarkan pesan damai, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Kegiatan ini Selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Hal ini mendukung SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan tangguh melalui pencegahan kekerasan dan penguatan ketahanan sosial. Melalui kolaborasi Unnes dan BNPT, diharapkan mendukung program pendidikan, riset, dan pengabdian berbasis bukti.



