Buat Simulasi Proyek dengan Lego, Mahasiswa SCU Juarai Kompetisi Konstruksi Ramping

TIMLO.ID – Tim mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Soegijapranata Catholic University (SCU) berhasil meraih Juara 1 Kompetisi Konstruksi Ramping (K2R) Neo 3.0, yang digelar Kelompok Keahlian Konstruksi dan Manajemen Infrastruktur (KK KMI), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB).

K2R Neo merupakan ajang simulasi proyek konstruksi berbasis metode Last Planner System (LPS). Para peserta ditantang untuk berperan sebagai kontraktor utama, sub kontraktor, pemasok, hingga pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tujuannya, menciptakan proyek yang efisien dari segi waktu, biaya, dan mutu. Uniknya, simulasi dilakukan menggunakan blok permainan Lego untuk merepresentasikan alur kerja konstruksi.

Kemenangan ini terasa istimewa karena tim ini berhasil mempertahankan gelar juara yang diraih pada tahun sebelumnya. “Pastinya bangga dan bersyukur. Hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena dapat mempertahankan gelar juara, back to back champion,” ujar Koordinator Tim, Bayu Setiyono.

Selain Bayu, tim tersebut beranggotakan mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT) SCU dari berbagai angkatan. Mereka adalah Asteria Ratri Cahyani, Devan Syafiq Indriyanto, Jeremy Patrick Harsono, Bernike Natalie Christie, Theofillio Leonardo Putra S dan Masayu Amalina Andini.

Keberhasilan mereka tidak lepas dari persiapan intensif selama satu bulan dengan latihan rutin setiap minggu, meskipun terkendala perbedaan jadwal kuliah. “Halangannya adalah mencari jadwal latihan yang pas, sementara tantangannya mempertahankan gelar juara. Namun dari situ justru kami semakin termotivasi untuk menjadi yang terbaik,” jelas Devan.

Menurut Bernike, kunci kemenangan mereka adalah kekompakan tim serta dukungan penuh dari dosen, khususnya dari Dr Hermawan yakni Ketua Program Studi Teknik Sipil SCU. “Dalam mata kuliah Manajemen Konstruksi, kami sudah dikenalkan simulasi LPS seperti yang digunakan dalam lomba ini, sehingga kami bisa lebih siap,” tambah Jeremy.

Selain prestasi, tim juga memperoleh wawasan baru mengenai efisiensi proyek konstruksi. “Wawasan yang kami dapat adalah bagaimana meminimalisir limbah konstruksi dan meningkatkan produktivitas dengan sistem LPS. Dari lomba ini kami juga belajar cara berpikir baru tentang proses konstruksi yang lebih efektif dan efisien,” ungkap Asteria.

Sementara itu, Andin menambahkan bahwa tim berencana terus mengikuti kompetisi serupa di masa mendatang. “Untuk K2R 3.1 kemungkinan akan diadakan di Jateng-DIY. Lalu K2R 4.0 dan tahun-tahun selanjutnya akan kami ikuti dan persiapkan lebih matang,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *