Foto: jatengprov.go.id

Masyarakat Kalipucang Wetan Manfaatkan Pendekatan 3R untuk Kelola Sampah

TIMLO.ID – Fasilitas pengelolaan sampah di Desa Kalipucang Wetan dapat menangani limbah rumah tangga dari ribuan penduduk di sekitarnya.

Menariknya, produk akhir dari proses pengolahan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri dan dikirim hingga ke wilayah Jawa Barat.

Pendamping TPS Kalipucang Wetan, Lutfi Fuad, menuturkan, TPS yang berdiri sejak 2015 tersebut mengelola sampah dengan metode Reduce, Reuse dan Recycle (3R).

Sejak April 2025, TPS 3R Kalipucang Wetan, telah menggunakan tiga mesin pemilah sampah. Setiap hari, terdapat 500 kilogram sampah yang diangkut dari 200 warga atau dua RT di sekitar lokasi TPS tersebut.

“Dimulai dari jam 8 pagi untuk pengangkutan dan jam 10 mulai diolah menggunakan tiga mesin yang dioperasikan sesuai jadwal. Mulai pemilahan, penggilingan hingga terpisah antara sampah anorganik dan organik yang akan dijadikan bahan pupuk,” terangnya, di TPS Kalipucang Wetan.

Terkait sampah plastik, imbuhnya, petugas TPS 3R Kalipucang Wetan bekerja sama dengan Desa Pesaren untuk mengolahnya menjadi bahan alternatif pengganti batu bara.

“Hasil pengolahannya sudah intens dikirim ke Cilacap dan Cibinong untuk bahan bakar industri,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Batang M Faiz Kurniawan, yakni mekanisme pengolahan sampah di TPS 3R sejalan sejalan dengan program Pemda Batang dalam mewujudkan Kota Industri Bersih. Nantinya, konsep 3R tersebut akan diadopsi di desa-desa lain di wilayahnya.

“Di beberapa desa sudah ada TPS 3R, nanti coba kita panggil untuk lebih dioptimalkan lagi, dengan mengadopsi pola pengolahan sampah dari Kalipucang Wetan. Kami juga sedang mengusulkan Dana Alokasi Khusus untuk TPS 3R di beberapa desa, sisanya desa menyisihkan dari Dana Desa untuk pengelolaan sampah,” tegasnya.

Faiz mengapresiasi semangat warga Kalipucang Wetan dalam pengelolaan sampah yang cukup baik, meski masih harus dilakukan peningkatan kualitas pengolahan.

“Rencananya tahun 2026 mendatang, akan kami datang teknologi pengolah sampah plastik yang bisa dijadikan pupuk cair, sehingga mampu meminimalisir sisa sampah plastik,” tandasnya.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *