Kesibukan Petugas di Halte Bus Shalawat, Kawal Jemaah Menuju Masjidil Haram.Foto:kemenag.go.id

Kesibukan Petugas di Halte Bus Shalawat, Kawal Jemaah Menuju Masjidil Haram

TIMLO.ID – Anshori terlihat aktif mengatur para jemaah yang akan menaiki bus shalawat di halte 1 rute 4, tepat di depan hotel 217, kawasan Syisyah, Makkah. Dia memastikan seluruh jemaah yang hendak menuju Masjidil Haram dapat naik bus dengan aman.

Begitulah keseharian Ahmad Anshori Samsuri Sanwar, salah satu petugas transportasi PPIH Arab Saudi dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Anshori harus siap siaga selama 12 jam, bergantian dengan petugas lainnya, untuk mengatur jemaah dan memastikan jemaah mendapatkan bus shalawat untuk beribadah di Masjidil Haram.

“Tugas saya adalah mengatur dan mengarahkan jemaah untuk naik bus melalui rute yang akan dilaluinya. Memastikan mereka naik bus shalawat yang tepat,” katanya Senin malam (26/5/2025).

Semakin hari, jumlah jemaah yang menuju Masjidil Haram kian padat. Hal ini seiring dengan semakin banyaknya jemaah yang tiba di Makkah. Namun dengan bekal kemampuan Anshori, ia bisa menjalankan tugas dengan baik.

Anshori yang sudah menjadi mukimin Makkah sejak 2000 ini sudah fasih dengan Bahasa sehari-hari Arab Saudi. Sehingga ia bisa berkomunikasi dengan supir bus shalawat, yang rata-rata orang Mesir ini dengan baik.

Anshori mengatakan, keberangkatan jemaah menuju masjidil Haram akan padat menjelang ashar hingga magrib. Sementara kepulangan akan padat usai salat Isya.

Ketika ada sedikit keluhan dari jemaah, karena bus agak sedikit telat karena macet di jalan, ia harus menerima dengan ikhlas. Namun ia juga merasa terharu, apabila jemaah mengucapkan terima kasih kepadanya.

“Ketika melihat jemaah naik dan turun bus shalawat dan mengucapkan terima kasih, itu seakan-akan saya berhasil melayani jemaah dengan baik,” ujar pria yang memiliki 3 putra-putri ini.

Sesama petugas transportasi, Anshori tak jarang memberi nasi siap saji kepada supir bus shalawat. Hal ini sebagai bentuk solidaritas sesama petugas. “Kalau ada nasi lebihan dari hotel, saya bagi-bagi kepada supir bus shalawat,” katanya.

Pria asli Bondowoso, Jawa Timur ini sehari-hari beraktivitas sebagai staf salah satu penyedia layanan umrah. Ia sendiri mengaku sudah menjadi PPIH Arab Saudi sebanyak 2 kali.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *