Yoyok Sukawi

Pemilihan Ketua PSSI Jateng 2025: 2 nama Calon dan Cek Tanggalnya

TIMLO.ID – Pemilihan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah periode 2025–2029 dipastikan akan berlangsung kompetitif. Dua nama resmi ditetapkan sebagai calon tetap yang akan bersaing dalam Kongres Biasa Pemilihan PSSI Jateng pada 20 Desember 2025 mendatang.

Ketua Komite Pemilihan PSSI Jateng, Umy Ratun Selunawati, menyampaikan bahwa kedua kandidat telah memenuhi persyaratan sesuai Statuta PSSI. Mereka adalah Kairul Anwar, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, dan A.S. Sukawijaya, Ketua PSSI Jateng petahana.

“Komite Pemilihan telah menetapkan tahapan dan daftar calon tetap yang akan disampaikan kepada seluruh pemilik suara,” ujar Umy.

Penetapan dua kandidat ini menandai terbukanya ruang demokrasi dalam tubuh organisasi sepak bola di tingkat provinsi. Persaingan antara figur nasional dan tokoh lokal menjadi sorotan, sekaligus membuka ruang diskusi tentang arah kepemimpinan PSSI Jateng ke depan.

Salah satu dinamika yang mencuat adalah kekhawatiran akan potensi gugurnya salah satu kandidat karena isu rangkap jabatan. CEO BJL 2000 Semarang, Suyatno, yang menjadi pengusung Kairul Anwar, mengaku sempat waswas.

“Kami sempat khawatir Pak Kairul akan dieliminasi. Tapi setelah diverifikasi, beliau tidak melanggar aturan dan sah maju sebagai calon,” ungkapnya.

Pemilihan ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan mendorong regenerasi kepemimpinan. Dengan dua kandidat yang memiliki latar belakang berbeda—satu dari pusat dan satu dari daerah—pemilik suara diharapkan dapat menilai berdasarkan visi, rekam jejak, dan komitmen terhadap pengembangan sepak bola di Jawa Tengah.

Pengamat olahraga lokal menilai, kompetisi sehat dalam pemilihan ini bisa menjadi contoh baik bagi asosiasi sepak bola di daerah lain. Terlebih, Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pembinaan atlet dan pengembangan klub, yang membutuhkan kepemimpinan kuat dan kolaboratif.

“Yang terpenting adalah bagaimana pemimpin terpilih nanti mampu menyatukan kekuatan, memperkuat pembinaan usia dini, dan membangun tata kelola organisasi yang transparan,” ujar salah satu pengurus klub anggota Asprov.

Dengan waktu yang tersisa menjelang kongres, dinamika pemilihan diprediksi akan semakin menghangat. Namun, semua pihak berharap proses ini berjalan demokratis, transparan, dan menjunjung tinggi semangat sportivitas—nilai yang menjadi fondasi utama dalam dunia sepak bola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *