Komisi E Monitoring Program Pencegahan Kematian Ibu dan Bayi

TIMLO.ID – Komisi E DPRD Jawa Tengah kembali melakukan monitoring terhadap upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di berbagai daerah. Monitoring ini sekaligus upaya evaluasi terhadap program yang sudah berjalan.

Salah satu wilayah yang dimonitor adalah Kabupaten Brebes. Kunjungan Komisi E DPRD Jawa Tengah ini menyasar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Messy Widiastuti mengatakan Brebes menjadi salah satu wilayah dengan angka kematian yang cukup tinggi. Maka, upaya pencegahan yang dilakukan apakah sudah efektif atau belum harus terukur.

Messy mengaku ingin mendapatkan data dan informasi mengenai program-program yang telah dijalankan DP3KB. Terutama, upaya penurunan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Brebes. “Kami ingin melihat sejauh apa program yang sudah dijalankan karena di Brebes angkanya lumayan tinggi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jateng Zainuddin mengatakan perlunya evaluasi dalam pelaksanaan Program KB. Hal itu mengingat tingginya kematian ibu dan anak di beberapa daerah, salah satunya Brebes.

Sekretaris DP3KB Kabupaten Brebes Bambang Setiyawan mengatakan wilayah Kabupaten Brebes yang sangat luas memunculkan berbagai permasalahan dihadapi masyarakatnya.

“Selama ini faktor edukasi menjadi salah penyebab tingginya kematian ibu dan anak. Faktor lainnya adalah akses dari desa ke pusat kesehatan yang cukup jauh. Kami sudah membentuk TPK (Tim Pendamping Keluarga) sebagai upaya mendampingi bumil (ibu hamil) agar kesehatan ibu dan anak meningkat,” jelas Bambang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *